Gambaran Umum Instansi

 
 
balaikota-pariaman-2.jpg
 

GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

 Aspek Geografi dan Demografi
                Berdasarkan Undang-Undang No. 12 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kota Pariaman sebagai salah satu Kota yang berada dalam wilayah Propinsi Sumatera Barat mempunyai luas wilayah sebesar 73,36 Km2 dan luas lautan 282,56 km2, dengan panjang garis pantai 12,00 Km2 yang mencakup 3 (tiga) Kecamatan yaitu Kecamatan Pariaman Utara, Kecamatan Pariaman Tengah dan  Kecamatan Pariaman Selatan. Dan kemudian berdasarkan Peraturan Daerah Kota Pariaman No. 10 Tahun 2009, kecamatan di Kota Pariaman telah bertambah menjadi 4 (empat) kecamatan yakni: Kecamatan Pariaman Utara, Kecamatan Pariaman Tengah, Kecamatan Pariaman Selatan dan Kecamatan Pariaman Timur. Luas wilayah per kecamatan dapat dilihat pada Tabel 2.1
Tabel 2.1 : Jumlah Kecamatan dengan desa/kelurahan di Kota Pariaman

No Kecamatan Ibu Kota Kelurahan Desa Luas Daerah(Km2)
1 Pariaman Utara Naras - 17 23.35
2 Pariaman Tengah Pariaman 16 6 15.68
3 Pariaman Selatan Kurai taji - 16 16.82
4 Pariaman Timur Sei,Pasak - 16 17.51
 
 
Kota Pariaman secara administrasi berbatasan langsung dengan daerah sebagai berikut:
 
1)
Sebelah Utara : Kecamatan V Koto Kp. Dalam dan V Koto Timur (Kab. Padang Pariaman)
2) Sebelah Selatan : Kecamatan Nan Sabaris (Kab. Pd. Pariaman)
3) Sebelah timur    : Kecamatan VII Koto Sungai Sarik (Kab. Pd. Pariaman)
4) Sebelah Barat     : Samudra Indonesia

 

Kota Pariaman secara geografis terletak pada 0° 33’00” - 0°40’43‘’ Lintang Selatan dan  100°10‘ 33’’ - 100° 10’55” Bujur Timur. Kota Pariaman terbentang pada jalur strategis lintas Sumatera Bagian Barat yang menghubungkan Propinsi Sumatera Utara dan Propinsi Sumatera Barat, berjarak kira-kira 56 kilometer dari Padang, atau kira-kira 45 jam perjalanan dengan bis dari Bandara Internasional Minangkabau. Letak geografis Kota Pariaman di daerah perlintasan antara beberapa kota di Sumatera Barat khususnya dan regional umumnya merupakan faktor strategis bagi kota ini. Jalan raya Padang-Lubuk basung dan Pasaman Barat merupakan jalan negara yang penting bagi pemerintah, karena itu kondisinya selalu terjaga dengan baik. Kondisi ini menguntungkan bagi kota Pariaman. Disampingdilalui oleh lalu-lintas barang, Kota Pariaman juga memiliki kawasan pesisir yang terbentang dengan potensi perikanan dan pariwisata yang tinggi. Dengan berkembangnya kegiatan perdagangan dan pariwisata, maka posisi Kota Pariaman sebagai pusat perdagangan hasil pertanian dan pariwisata pantai akan menjadi semakin penting.

Topografi
                Kota Pariaman merupakan hamparan dataran rendah yang terletak di pantai barat Propinsi Sumatera Barat dengan ketinggian antara 2 sampai dengan 35 meter di atas permukaan laut dengan sedikit daerah perbukitan. Dan memiliki 6 buah pulau-pulau kecil : Pulau Bando, Pulau Gosong, Pulau Ujung, Pulau Tangah, Pulau Angso dan Pulau Kasiak. Panjang pantai lebih kurang 12,7 kilometer.
                Keadaan topografi wilayah, geomorfologi dan bentuk wilayah secara bersama-sama membentuk pola aliran sungai. Kota Pariaman dilalui oleh tiga buah sungai yaitu Batang Manggung yang melalui Kecamatan Pariaman Utara, Batang Piaman yang melewati Kecamatan Pariaman Tengah dan Batang Mangau yang melalui Pariaman Selatan.

Tabel 2.2 : Kondisi Topografi Kota Pariaman

No Kondisi Topografi Pariaman Utara Pariaman Tengah Pariaman Selatan Jumlah (Ha)
1 Datar - (0-2%) 2.479 2.313 1.994 6.786
2 Bergelombang - (3-15%) 0 64 120 184
3 Curam - (16-40%) 366 0 0 366
4 Sangat Curam - (>40%) 0 0 0 0
Jumlah (ha) 2.845 2.377 2.114 7.336
 
Sumber : Profil Kota Pariaman
 
Geologi
                Seperti pada umumnya daerah lain yang berada di bagian Pantai Barat Pulau Sumatera, Kota Pariaman memiliki jenis batuan resen dan tuna vulkan. Dan memiliki dengan kondisi tanah yang relatif subur yang sangat berpotensi untuk dikembangkan pada kegiatan pertanian. Adapun jenis-jenis tanah yang terdapat di Kota Pariaman terdiri dari tanah Glaisol Distrik, Latosol Kronik, Andosol Humik, dan Folkal Datar.
 
 
Klimatologi (Iklim)
                Kota Pariaman merupakan daerah yang beriklim tropis basah yang sangat dipengaruhi oleh angin barat dan memiliki bulan kering yang sangat pendek. Curah hujan rata-rata pertahun mencapai angka sekitar 336 mm  dengan lama hari hujan 199 hari. Suhu rata-rata 25,14°Celcius, dengan kelembaban udara rata-rata 86,57% dan kecepatan angin rata-rata 1,80 km/jam.
                Kota Pariaman merupakan salah satu kota yang berhawa cukup panas, hal ini disebabkan karena secara geomorfologi wilayah Kota Pariaman berada di daerah pesisir pantai dengan panjang garis pantai sekitar 12,00 Km dan ketinggian rata-rata 0-15 M dpl sehingga suhu rata-rata pada siang hari cukup panas dan kelembaban yang cukup tinggi.
Tabel 2.3 : Ketinggian, Panjang Garis Pantai Kota Pariaman
Menurut Kecamatan
Kecamatan Ketinggian (dpl) Panjang Garis Pantai (Km)
Pariaman Selatan 0 – 10 3,30
Pariaman Tengah 0 – 10 4,30
Pariaman Timur 5 – 15 0,00
Pariaman Utara 0 – 10 4,40
Kota Pariaman 0 - 15 12,0

Penggunaan Lahan
                Lahan Kota Pariaman dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan seperti pertanian, perdagangan, perumahan maupun pembangunan berbagai fasilitas pelayanan, pemanfaatan wilayah dan status penggunaan lahan dapat dilihat pada tabel 2.4. berikut
Tabel 2.4: Kota Pariaman Menurut Wilayah dan Status Penggunaan Lahan
No Jenis Penggunan Lahan Luas (Ha) Persentase
1 Pemukiman 1.294 17,64
2 Sawah 2.835 37,28
3 Kebun Campuran 2.487 33,90
4 Perkebunan 536 7,31
5 Hutan 3 0,04
6 Lain-lain 194 2,64
Jumlah 7.336 Ha 100 %
 
Sumber : Kantor Pertanahan Nasional Kota Pariaman
Kemampuan tanah berdasarkan drainase sebagian besar wilayah Kota Pariaman termasuk kategori tidak pernah tergenang. Sementara itu dari segi kedalaman efektif tanah hampir keseluruhan wilayahnya adalah lebih dari 90 cm dan termasuk kawasan budidaya. Belum ada kawasan lindung di Kota Pariaman. Pemerintah Pariaman berharap nantinya bila RDTR telah selesai disusun maka akan ada kawasan lindung. Strategi dasar pengembangan Kota Pariaman ini dimaksudkan sebagai sarana untuk mengarahkan pengembangan kawasan kota sesuai dengan kebijaksanaan pengembangan yang telah digariskan. Jadi pada dasarnya strategi ini, sebagai media dalam menentukan rencana pengembangan kota lebih lanjut agar sesuai dengan apa yang dimiliki atau keadaan potensi dan masalah di wilayah perencanaan.

Potensi Pengembangan Wilayah
Secara teoritis, struktur internal Kota Pariaman dikembangkan dengan konsep pengembangan Kota Pariaman sebagai Kota Pariwisata dan sebagai Kota Perdagangan dan Jasa. Konsep pengembangan tersebut didukung dengan pengembangan wilayah terbangun yang mempunyai potensi lahan lebih luas untuk kegiatan terbangun yang lebih intensif. Struktur ruang Kota Pariaman dibentuk oleh jaringan dan komponen ruang. Jaringan yang dominan membentuk struktur ruang adalah jaringan jalan. Kriteria perencanaan struktur jalan yang diterapkan adalah dengan memanfaatkan jalan arteri provinsi sebagai “keran” aliran pergerakan dan pemicu kegiatan-kegiatan ekonomi bagi penduduk Kota Pariaman pada umumnya.
Berdasarkan potensi dan permasalahan yang dihadapi dalam upaya pengembangan Kota Pariaman, maka dirumuskan konsep pengembangan struktur ruang kota yang dasar pemikirannya terutama dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
1. Dapat meminimalisasi dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh terjadinya bencana gempa bumi dan tsunami.
2. Mengoptimalkan sistem jaringan jalan dan pola ruang yang sudah ada dan sudah terbentuk.
3. Mengoptimalkan sumberdaya yang ada.
4. Menyiapkan Kota Pariaman sebagai bagian dari pengembangan Kawasan Metropolitan Padang Dan Sekitarnya
 
               Pengembangan sistem pusat pelayanan di Kota Pariaman mempertimbangkan Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) yang menetapkan Kota Pariaman sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW). Namun dalam jangka panjang Kota Pariaman akan disiapkan untuk dikembangkan sebagai kawasan hinterland Kota Padang yang akan berkembang menjadi kota metropolitan. Hal ini berdampak kepada penyediaan fasilitas pelayanan kota. Sedangkan berdasarkan RTRW Provinsi Sumatera Barat 2012 – 2032, arahan sistem perkotaan untuk Kota Pariaman adalah Pusat Kegiatan Wilayah (PKW). Berdasarkan arahan kebijakan dari RTRWN dan RTRW Provinsi Sumatera Barat, maka sistem pusat pelayanan Kota Pariaman secara spasial ditentukan menurut karakteristik wilayah (dalam hal ini wilayah kecamatan), dan sistem jaringan jalan yang mengikatnya. Konsep sistem pusat pelayanan dirumuskan berdasarkan beberapa pendekatan, antara lain :
1. Pemantapan fungsi pelayanan pada pusat-pusat kegiatan yang telah terbentuk, melalui penyesuaian fungsi jaringan jalan dengan aktivitas yang dikembangkan. Dimana pusat-pusat pelayanan ini selain memperhatikan sistem prasarana utama dan prasarana lainnya juga sangat memperhatikan aspek bencana alam.
2. Pembentukan pusat pelayanan baru pada setiap wilayah kota  yang disesuaikan dengan fungsi wilayah yang bersangkutan.
 
                Rencana sistem pusat-pusat pelayanan di Kota Pariaman adalah sebagai berikut :
1. Pusat Pelayanan Kota, adalah di Wilayah Jati yang berada di Kecamatan Pariaman Tengah dengan fungsi sebagai pengembangan pasar regional dan pasar wisata Kota Pariaman serta kawasan perkantoran dan perumahan yang didukung oleh keberadaan Terminal Regional Jati yang akan dikembangkan pada tahun-tahun mendatang. Fungsi dari Pusat Pelayanan Kota di Kawasan Jati adalah sebagai kawasan perkantoran, perdagangan regional dan permukiman
2. Sub Pusat Pelayanan Kota, merupakan pusat pelayanan dalam lingkup kecamatan atau beberapa kecamatan. Dengan demikian terdapat 3 sub pusat pelayanan lingkungan yang akan dikembangkan sesuai dengan fungsi masing-masing wilayah.  Hal ini perlu dikembangkan mengingat luasnya skala pelayanan serta dimaksudkan untuk pemerataan pertumbuhan di masing-masing wilayah sehingga pelayanan masing-masing wilayah dapat lebih dioptimalkan. Sub pusat pelayanan lingkungan  berfungsi sebagai perumahan, perdagangan dan jasa yang melayani sub wilayah kota atau kecamatan, terdiri dari:
  Cubadak Air di Kecamatan Pariaman Utara
  Kuraitaji di Kecamatan Pariaman Selatan
  Cubadak Mentawai di Kecamatan Pariaman Timur
3. Pusat Lingkungan untuk melayani skala lingkungan di  Kota Pariaman adalah sebagai berikut;
  Balai Naras, Sikapak Timur dan Tungkal Selatan di Kecamatan Pariaman Utara
  Sungai Pasak, Kampung Gadang dan Bungo Tanjung di Kecamatan Pariaman Timur.
  Rambai, Kampung Apar dan Taluk di Kecamatan Pariaman Selatan.
  Kampung Perak, Kampung Baru dan Pauh Barat di Kecamatan Pariaman Tengah

 
 
http://pariamankota.sicantik.layanan.go.id/files/thumb/69c0162054e2fe0/210/280/fit http://pariamankota.sicantik.layanan.go.id/files/thumb/fbe5b94c1d0ee3d/210/280/fit

Daftar Download

Status Permohonan

Daftar Formulir

Daftar Permohonan

Permohonan Diterbitkan

Permohonan Belum Diambil

Jajak Pendapat

Bagaimana menurut anda tampilan portal baru Kota Pariaman ini?

  • Bagus – 1 Votes
    100%
  • Sedang – 0 Votes
    0%
  • Kurang Bagus – 0 Votes
    0%
Total votes: 1

Survey 1

Survey 1

  Lihat Hasil